"Kamu kenapa?" tanya Dewa dengan wajah terkejut karena tiba-tiba saja Erika akan muntah. "Aku enek, ini bau banget sayurnya, ini ayamnya juga bau banget. Aku gak kuat." Erika menunjuk ke arah masakan yang sudah tersaji di atas meja makan. Lili yang mendengar itu langsung naik darah, akan tetapi Juna langsung menggenggam tangannya di bawah meja agar Lili lebih bisa mengendalikan diri. "Wa, kasih minum dulu!" titah Juna tenang. Dewa segera mengambil segelas air minum dan memberikannya kepada Erika yang sedari tadi masih menutup hidung. "Minum dulu." Dewa membantu Erika untuk minum, karena wanita itu tidak mau membuka mulutnya. "Aku enek banget, Wa. Mual. Ini aromanya beneran aneh, kalau kayak gini aku gak bisa makan," ucap Erika lagi seolah tanpa rasa. Lili yang mendengar kalim

