"Oke, Bang. Makasih ya. Aku tunggu." Dewa menepuk bahu Juna, setelah itu ia kembali ke kamar untuk menemui Erika. Juna membuang nafas kasar, ia menoleh ke arah kamar, sekilas Juna melihat Lili masuk ke dalam kamar. Ia segera menyusul istrinya yang berada di dalam kamar. "Makan malam udah siap, mau sekalian aku suapi?" tawar Juna sedikit membujuk, ia tahu saat ini pikiran Lili sedang tidak baik-baik saja. Terlebih lagi, mungkin Lili mendengar pembicaraannya tadi bersamaan dengan Dewa. Lili hanya terdiam, ia menatap Juna yang meletakkan nampan berisi piring itu ke atas nakas. "Mau aku suapi gak?" tanyanya seraya mengambil ponsel. Juna segera membuka benda canggih itu untuk mengirim uang kepada Dewa. "Nawarin mau nyuapin tapi kok malah pegang hp," sindir Lili yang membuat Juna l

