Juna segera menggenggam tangan Lili, ia tahu ucapan temannya barusan pasti membuat Lili merasa sangat tidak nyaman. "Santai saja, kita masih menikmati masa-masa pengantin baru. Iya kan, Sayang?" Juna menoleh ke arah Lili dengan bibir tersenyum merekah. Lili hanya mengangguk, bibirnya tersenyum kikuk. "Eh, Jun. Ini istri kamu? Sorry, kita gak tahu, soalnya lo nikah diam-diam." Seorang lelaki dan perempuan menghampiri mereka. Sepertinya itu sepasang suami istri, lelaki itu menggendong anak yang berusia sekitar dua tahun, mungkin hampir semua teman Juna sudah mempunyai anak. "Iya, ini istriku." Juna menunjuk ke arah Lili. Mereka berjabat tangan dan langsung diajak untuk masuk. Suasana di rumah itu sangat ramai, ramai karena obrolan heboh para istri dan juga teriakan anak-anak.

