"Ada yang ketuk pintu, siapa Mas?" Lili menatap ke arah Juna. Pria itu hanya menggerakkan kedua bahunya seraya menaruh kembali sendok yang tadi ia pegang ke atas mangkuk. "Jangan-jangan debt kolektor," sambung Lili, setiap ada yang mengetuk pintu rumahnya, ia sudah trust issue duluan akibat trauma diteror debt kolektor. "Ngawur, kita udah gak punya sangkut paut. Sebentar, aku buka dulu, kamu disini aja." Juna bangkit dari duduknya. Pria itu berjalan ke arah pintu. Lili yang merasa penasaran juga ikut bangkit dan berjalan dengan perlahan hampir mengendap-endap. Juna membuka pintu dan langsung merasa lega ketika melihat siapa yang berdiri di balik pintu itu. "Siapa, Mas?" tanya Lili sedikit berbisik. "Pagi, Bang, Mbak!" Suara Dewa membuat nafas Lili seketika berjalan lancar.

