Ruang sidang itu tidak besar, tapi cukup untuk membuat d**a Dewa terasa sesak. Bangku kayu dingin di bawahnya seolah menyerap semua kegelisahan yang ia bawa sejak pagi. Ia duduk menunduk, tangan saling menggenggam erat, menunggu namanya dipanggil. Di deretan kursi belakang, Juna duduk tegak. Wajahnya tenang, tapi matanya menyimpan lelah yang tak bisa disembunyikan. Ini bukan pertama kalinya ia menghadapi masalah besar, namun kali ini taruhannya bukan hanya uang atau harga diri, melainkan masa depan adiknya. Beberapa menit kemudian, hakim masuk. Sidang dimulai. Kasus Dewa dibacakan singkat namun padat. Judi online. Peran sebagai pemain aktif. Tidak ada bukti keterlibatan jaringan besar. Tidak ada unsur penipuan. Semua fakta disampaikan apa adanya, tanpa drama, tanpa pembelaan berlebiha

