BAB 119 - Perjalanan Panjang

1279 Kata

Si kembar tampak bersemangat. Bahkan, euforianya tak bisa mereka kendalikan. Dari lantai atas, Juwita bisa mendengar riuh canda tawa mereka menggema secara bergantian diselingi suara langkah kaki yang berlari-larian dan bisikan-bisikan yang terdengar samar dengan penuh antusias. Mereka terdengar seperti sedang merencanakan sesuatu yang besar, sesuatu yang membuat mereka merasa bahagia. Bukan hanya karena ide untuk mengejutkan ayah mereka, tetapi juga karena keyakinan polos yang mereka pegang erat—bahwa perjalanan ke rumah itu akan menjadi kunci bagi ibu mereka mendapatkan kembali ingatan yang hilang. Juwita menutup laptopnya perlahan-lahan, seolah ingin memastikan pikirannya ikut tertutup dari segala hal yang belum ingin ia pikirkan malam ini. Setelah itu, ia mematikan televisi yang masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN