BAB 113 - Sebuah Rencana

1153 Kata

Juwita sama sekali tidak terkejut ketika Dikara tidak bisa membedakan kedua anak laki-lakinya. Hampir semua orang sulit membedakan si kembar karena keidentikannya, kalau mereka tidak benar-benar dekat dengan mereka. Ana benar, Zayn memang memang lebih terbuka, keras kepala, serta suka iseng. Mereka sering menipu guru di sekolah, lalu pulang sambil tertawa terbahak-bahak. Kadang, Zayn dengan bangga bercerita, “Hari ini aku jadi Zayyan, Bu. Gurunya bingung sekali. Aku bilang aku Zayyan, padahal aku Zayn.” Mereka biasanya mendapat waktu istirahat tambahan sebagai konsekuensi dari kenakalannya, meski hukuman tidak akan pernah menghentikan keisengan mereka. Juwita sering menerima surat panggilan dari pihak sekolah yang meminta agar dirinya menasihati si kembar. Namun, ia tahu betul sifat an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN