BAB 112 - Semua Akan Baik-Baik Saja

1279 Kata

Pagi itu, Dikara merasa sedikit gelisah. Menunggu sampai pukul sepuluh membuat jantungnya semakin berdegub kencang. Ia lebih suka pertemuan dilakukan saat waktu sarapan ketimbang brunch, meskipun beberapa minggu terakhir wanita itu sudah mengizinkan dirinya dan si kembar untuk berkomunikasi dengan bebas tanpa batasan apa pun. Bahkan, Juwita pun mengizinkannya mengirim foto-foto seluruh keluarga kepada anak-anak, sesuatu yang tidak pernah terbanyangkan olehnya. Karena itu, setiap kali berada di Jakarta, Dikara berusaha bangun pagi, menyamai waktu bangun si kemar agar bisa menyapa mereka sebelum berangkat sekolah. Biasanya, mereka sudah bersiap-siap sekitar pukul tujuh lewat sepuluh. Membuat Dikara terbiasa menyesuaikan diri dengan rutinitas kecil mereka. Dikara juga sudah tahu banyak tent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN