BAB 110 - Takkan Terulang Lagi-2

686 Kata

Arum bersedekap. “Jadi yang kau bilang sibuk sepanjang Natal sampai Januari nanti itu tentang ini?” Dikara mengangguk kecil. “Ya. Kau benar. Waktu kau datang ke kantorku, aku sudah tahu siapa dia. Tapi aku sendiri yang merusak segalanya. Semua penyelidikanku tentang dirinya dianggap sebagai penguntitan jarak jauh. Juwita hampir mengajukan perintah penahanan lagi terhadapku.” Dikara mengangkat tangan, menghentikan komentar yang sudah siap keluar dari mulut ibunya. “Aku sudah menjadwalkan pertemuan tanggal dua puluh nanti. Itu akan membahas kemungkinan bertemu anak-anak untuk pertama kalinya. Kalau semuanya berjalan lancar, aku ingin menghabiskan awal tahun bersama mereka—membangun hubungan dari awal, juga Juwita.” Sang ibu memandangnya dengan ragu. “Tentu saja, kalau dia mengizinkanm

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN