BAB 111 - Pertemuan Pertama-1

700 Kata

Si kembar sangat menyukai papan pin di sudut ruangan yang baru saja di beli. Juwita juga sudah menyambungkan ponsel itu ke printer rumah, serta membeli kertas foto berkualitas, sehingga si kembar bisa mencetak foto kakek, nenek, paman, bibi, juga tiga sepupu mereka lalu menempelkannya di papan tersebut. Setiap foto yang dikirim sudah diberi nama siapa-siapa saja yang ada disana. Juwita berpikir, sepertinya Dikara sudah mengedit semua. Sebab, saat ini seluruh keluarga pria itu sudah tahu keberadaan si kembar. Zayn dan Zayyan terlihat sangat bahagia ketika tahu kalau mereka punya keluarga besar. Si kembar bahkan seringkali bertanya pada sang ayah tentang sepupu-sepupunya. Mereka juga bertanya, apa bisa menemui kakek neneknya suatu hari nanti. Dengan tenang Dikara pun menjawab, “Jika Ibu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN