BAB 132 - Kehangatan Keluarga-1

715 Kata

Juwita memperhatikan Dikara yang mondar-mandir di dapur, menyiapkan diri sebelum mulai mencampur adonan pancake. Dikara bahkan tidak membuka resep apa pun, dan entah kenapa pria itu yakin dengan kemampuan memasaknya. Dikara sama sekali tidak membutuhkan resep atau tutorial. Dalam hati, Juwita bertanya-tanya sejak kapan pria itu belajar memasak? Selama tiga tahun pernikahan mereka, bahkan Dikara tidak pernah benar-benar mau masak di dapur ini. Kalaupun ada, mungkin terhitung jari—sekadar untuk membuat sarapan atau sekedar meminum kopi pagi sambil baca koran sebelum berangkat ke kantor. Itu pun biasanya, saat Juwita tidak ada disana. Ketika titik pandang Dikara tak sengaja melihat tatapan rasa ingin tahu Juwita, ia pun tersenyum tipis. “Aku ikut kursus masak beberapa tahun terakhir. Memas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN