BAB 137 - Bersenang-senang-1

729 Kata

Dikara membawa Juwita dan kedua anak laki-lakinya ke apartemen. Begitu pintu tertutup, si kembar langsung berhamburan, menjelajahi setiap sudut ruangan dengan rasa penasaran yang nyaris tak terbendung. Dikara mendengar Juwita memperingatkan mereka agar bersikap tenang dan tidak merusak apa pun, karena mungkin ia tidak sanggup mengganti barang-barang mahal di tempat tersebut. Mendengar hal itu, Dikara pun menoleh. “Aku tidak akan menagih apa pun kalau ada yang rusak, Juwita. Mereka juga anak-anakku, jadi—” Dikara berkata dengan nada rendah, namun keburu di potong. “Tetap saja,” sela Juwita sambil berjalan melewatinya, “aku tidak ingin punya hutang padamu.” Dikara hanya bisa menghela napas pelan dan membiarkan ucapan itu berlalu. Ini bukan pertama kali Juwita mengucapkan kalimat sarkas d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN