BAB 137 - Bersenang-senang-2

998 Kata

“Ya,” jawab Dikara. “Dan tidak boleh memanjat apa pun pembatas, ya. Aku juga sudah memesan tempat di restoran untuk makan malam jam enam.” Dikara menoleh ke arah Juwita yang tampak nyaman, seperti berada di rumah sendiri. Bahkan, wanita itu sudah menyalakan mesin kopi di meja dapur. “Ini satu-satunya waktu yang bisa kudapatkan untuk kita,” ucap Dikara. “Ya?” Juwita bertanya tanpa menoleh. “Untuk apa?” Suara penggilingan biji kopi mungkin menyamarkan suaranya. Dikara pun mendekat seraya mengulum senyum. “Sepertinya kau mudah beradaptasi, ya. Bahkan kau tahu cara menggunakan mesin kopi itu.” “Aku punya mesin kopi yang sama di rumah,” jawab Juwita sambil mengangkat bahu. “Untuk apa?” ulang Juwita, kembali ke topik sebelumnya. “Makan malam di restoran. Kursi yang tersedia untuk enam ora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN