Konten itu langsung viral. Netizen mulai me-repost dan membagikan postingan itu. Lisa tampak begitu puas, seakan mendapatkan pembalasan emosional dari semua atensi tersebut. Sementara Juwita justru sebaliknya, ia merasa gelisah. Ia sudah meminta Lisa untuk tidak memviralkan video itu. Tapi, sahabatnya menolak dengan keras. Baginya, ini bukan perkara yang bisa diabaikan. Tangannya patah dan itu cukup menjadi bukti nyata. Dikara pantas menerima konsekuensi atas perbuatannya. Di sisi lain, Juwita hanya meminta satu hal, yaitu meninggalkan semua hiruk pikuk yang terjadi di Jakarta ini, pulang dan menjalani kehidupannya tanpa sorotan media. Bahkan, ia sudah bersikeras dengan mengatakan, “tidak akan ada lagi acara penandatanganan buku lagi, titik.” Lisa hanya bisa pasrah sambil menatap tajam

