BAB 33 - Berhentilah Berpura-Pura

1284 Kata

Dikara duduk di ruang konferensi pers sebuah hotel mewah di Jakarta dengan perasaan yang bercampur aduk. Pagi itu, berita tentang dirinya sudah menyebar seperti jamur. Semua media berbondong-bondong memberitakan bahwa dirinya akan menemui Juwita dan Lisa untuk meminta maaf secara resmi. Dari luar jendela, ia sempat melihat kerumunan wartawan memenuhi halaman depan hotel. Lampu kamera berkedip tanpa henti, mikrofon terangkat tinggi, dan pertanyaan demi pertanyaan diteriakkan kepadanya begitu ia turun dari mobil bersama Billy. Pertanyaan demi pertanyaan terlontar. “Mengapa Anda berbuat demikian?” “Benarkah Juwita Lestari adalah istri Anda yang selama ini diyakini sudah meninggal?” Namun, Dikara tidak membuka suara sedikit pun. Ia hanya melangkah dengan cepat melewati kerumunan, membiar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN