Lisa melangkah keluar dari ruang mediasi dengan wajah tegang. Sejak beberapa menit lalu ia mencari Juwita yang tadinya hanya pamit keluar untuk menelepon anak-anaknya namun wanita itu tak kunjung kembali membuat perhatiannya sedikit terusik, terlebih lagi setelah pembicaraan alot di dalam ruang barusan. Pengacara Tuan Dikara, meskipun keras kepala, ternyata cukup bisa untuk diajak bicara. Ia bahkan sudah menyampaikan permintaan maaf atas luka emosional yang dialami kedua anak Juwita tanpa tahu bahwa anak-anak itu adalah anak kandung Juwita. Sebab, Juwita pernah menegaskan sebelumnya, baik pada Lisa maupun Lukman, bahwa ia tidak ingin kedua anaknya terseret ke dalam urusan ini. Dengan suara lantang dan tatapan tak terbantahkan, Juwita mengingatkan. “Tuan Dikara tidak perlu tahu apa pun

