BAB 151 - Akhir Yang Bahagia

1210 Kata

Kayla tampak sibuk mondar-mandir mengurus segala hal di ruang tunggu pengantin. Tangannya tak pernah bisa diam, memastikan semuanya terlihat sempurna. Di sisi lain ruangan, Ana dan Lisa duduk berdampingan mengenakan gaun merah jambu yang anggun. Warna gaun mereka selaras dengan buket bunga yang ditata rapi—rangkaian bunga dengan gradasi merah jambu lembut membuat kesan yang manis dan hangat. Tangan Ana mengusap perutnya yang mulai membesar. Dan ia hanya bisa tertawa pelan melihat tingkah Kayla yang tak bisa diam. Semangat ibunya Dikara itu menular, meski sedikit melelahkan. Lisa sendiri masih menjaga jarak dengan Dikara, meskipun hubungan mereka kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Juwita atau Jelita—yang sekarang akrab dipanggil, merasa sangat kesulitan menghadapi Lisa yang seperti

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN