79. Tidak Boleh!

1182 Kata

Sejak malam… Rian hampir tidak bisa diam. “Ma… besok Om Pram datang, kan?” Pertanyaan itu sudah ia ulang berkali-kali. Nayla yang sedang merapikan tempat tidur hanya mengangguk. “Iya, Sayang. Om Pram kan sudah janji." Rian tersenyum lebar. Namun tetap saja… ia masih memastikan. “Benar ya, Ma? Om Pram nggak lupa?” Nayla tersenyum tipis. Tidak lelah menjawab. “Iya… nggak lupa.” Barulah Rian mau tidur. Namun bahkan saat memejamkan mata… senyumnya masih terlihat. --------- Keesokan paginya… Rian sudah bangun lebih dulu. Lebih pagi dari biasanya. Ia langsung keluar rumah. Melihat jalan kecil di depan. Seolah berharap… Pram sudah datang. “Ma! Om Pram sudah berangkat belum ya?” teriaknya dari luar. Nayla yang sedang di dapur hanya bisa menghela napas pelan. Belum apa-ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN