“Tidak boleh.” Suara itu memotong. Tegas. Dingin. Dan membuat suasana langsung membeku. Pram menoleh. Begitu juga Rian. Zayn berdiri di sana. Beberapa langkah dari mereka. Tatapannya tajam. Rahangnya mengeras. Napasnya sedikit berat. Sementara itu… Rian mengernyit. Menatap pria asing di depannya. Bingung. Tidak mengenal. Ia turun dari gendongan Pram. Lalu berdiri di depannya. Seolah tanpa sadar… melindungi. Namun yang keluar dari mulutnya… justru jauh lebih menusuk. “Om siapa?” Pertanyaan polos itu… menghantam Zayn tanpa ampun. Rian menatapnya lurus. Tanpa rasa takut. Tanpa rasa dekat. Hanya… asing. “Apa hak Om melarang kemauan Rian?” Sunyi. Zayn tidak menjawab. Tangannya mengepal. Lebih kuat. Dan Rian belum berhenti. Ia menoleh sekilas ke arah Pram. Se

