82. Ketenangan yang Semu

1133 Kata

Di kejauhan… Andre berdiri di samping mobil. Sejak tadi, ia tidak mengalihkan pandangannya pada sang Tuan. Tatapannya terus tertuju ke arah rumah itu. Perasaannya tidak tenang. Sang Tuan… tidak juga kembali. Dan itu bukan hal yang biasa. Andre menghela napas pelan. Akhirnya, ia memutuskan berjalan mendekat. Langkahnya cepat, namun tetap berhati-hati. Jalan yang becek tidak lagi ia pedulikan. Semakin dekat, langkahnya justru melambat. Ia sempat mendengar adu mulut antara Zayn dan Nayla. Namun kini… perhatiannya tertuju pada satu sosok kecil. Seorang anak. Yang berdiri dalam pelukan Nayla. Dan detik itu... mata Andre membesar. Ia terdiam. Wajah anak itu… cara berdirinya… bahkan sorot matanya, terlalu familiar. Perlahan… sesuatu mulai tersusun di pikirannya. Pantas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN