Sunyi. Kalimat itu… menghantam Zayn lebih keras dari yang ia kira. Namun, alih-alih mundur… tatapannya justru semakin dalam. Semakin tajam. Seolah menolak semua yang baru saja ia dengar. “Jadi…” Zayn akhirnya bersuara. Rendah. Namun penuh tekanan. “Semudah itu kamu memutuskan semuanya?” Nayla tidak menjawab. Tatapannya tetap dingin. Melindungi. Zayn tertawa pelan. Namun tidak ada kehangatan di sana. “Kamu pergi tanpa penjelasan…” “lalu sekarang muncul dengan semua ini…” tatapannya beralih ke Rian, “…dan berharap aku diam saja?” Nayla langsung menarik Rian lebih ke belakangnya. “Jangan libatkan Rian.” Suaranya tegas. Namun Zayn mengabaikan. Ia melangkah satu langkah lebih dekat. Membuat Nayla refleks mundur. “Kamu bilang tidak ada urusan lagi?” Zayn menatapnya l

