Astuti terdiam beberapa saat setelah mendengar permintaan cucunya. Tatapan polos Rian membuat dadanya terasa sesak. Anak sekecil ini… sudah menyimpan begitu banyak pertanyaan. Perlahan Astuti berdiri dan berjalan menuju lemari kayu tua di sudut kamar. Tangannya membuka salah satu laci paling bawah. Ia mengaduk beberapa barang lama sebelum akhirnya berhenti pada sebuah amplop tipis yang warnanya sudah memudar. Astuti menghela napas pelan. Dengan hati-hati ia membuka amplop itu, lalu mengeluarkan selembar foto yang sudah agak menguning di sudut-sudutnya. “Ini…” gumamnya lirih. Foto itu diambil bertahun-tahun lalu. Saat Zayn masih kuliah… dan Nayla masih duduk di bangku SMA. Kebetulan kampus Zayn dan sekolah Nayla berada tidak jauh satu sama lain. Zayn sering menjemput Nayla sepulang

