18. Saat Senyummu Menjadi Amarahku

1234 Kata

Langkah Nayla memasuki lobi perusahaan pagi itu begitu ringan. Tampak Nayla tersenyum pada Rita dan berpisah di lobi sambil melambaikan tangannya. Nayla terlihat ceria dan cantik pagi itu. Bukan karena beban hidupnya berkurang, melainkan karena hatinya sedang penuh oleh tawa Rian, oleh tekad barunya untuk hidup lebih berani. Saat itulah, tanpa ia sadari, sepasang mata sedang menguncinya. Zayn berdiri tidak jauh dari pintu lift eksekutif. Setelan jas gelap membingkai tubuhnya dengan sempurna, wajahnya dingin seperti biasa. Namun begitu bayangan Nayla tertangkap di sudut matanya, tubuhnya menegang. Perempuan itu… berbeda. Wajah Nayla terlihat lebih segar. Dan senyum itu tidak berubah, senyum yang dulu selalu membuat hatinya tenang. Nayla tidak pucat. Tidak murung lagi seperti saat pertam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN