“Kurang ajar kau!” bentak Irana akhirnya, benar-benar kehilangan kesabaran. “Aku bertanya padamu, kenapa jawabanmu kurang ajar begitu? Kau itu cuma cleaning service, tapi sikapmu seolah-olah kau siapa! Kau tahu aku siapa? Aku calon istri Zayn. Artinya aku calon nyonya bosmu!” Nada suaranya tinggi, tajam, dan penuh penghinaan. Keanggunan yang sejak tadi ia pamerkan runtuh seketika, tergantikan oleh wajah iri dan amarah yang tak lagi bisa ia kendalikan. Nayla menatap Irana dengan wajah tenang. Tidak menantang, tapi juga tidak tunduk. “Maaf,” ucapnya pelan namun jelas. “Aku tidak bermaksud kurang ajar. Bukankah Nyonya tadi bertanya padaku? Aku hanya menjawab apa adanya. Lalu… di mana letak kurang ajarnya?” Satu kalimat sederhana, tapi cukup untuk membuat udara di ruangan itu menegang.

