63. Setelah Kata-kata Itu

1299 Kata

Beberapa detik ruangan itu sunyi. Nayla menatapnya. Matanya mulai memerah. Namun bukan karena lemah. Melainkan karena terluka. Akhirnya ia berkata pelan, tetapi setiap katanya terasa jelas. “Kalau aku memang semurah itu…” Nayla menatap lurus ke mata Zayn. “…lalu apa artinya dirimu, Tuan Zayn?” Zayn terdiam. Nayla melanjutkan dengan suara yang sedikit bergetar. “Karena dulu… pria pertama yang kupercayai sepenuhnya adalah Anda.” Kalimat itu membuat udara di ruangan seakan membeku. Namun Nayla tidak menunggu jawaban. Ia segera berbalik dan berjalan cepat menuju pintu. “Nayla...” Zayn sempat memanggilnya. Namun Nayla sudah lebih dulu membuka pintu dan keluar. Di luar ruangan… Veronika yang baru saja hendak mengetuk pintu langsung terkejut. Pintu terbuka tiba-tiba. Dan Nayl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN