Saat jam istirahat siang tiba, Pram keluar dari ruang kerjanya. Seperti biasa, langkahnya tanpa sadar menuju ke belakang gedung perusahaan. Tempat itu tidak terlalu besar, hanya beberapa bangku dan meja sederhana di bawah pohon rindang. Namun bagi sebagian karyawan, tempat itu cukup nyaman untuk beristirahat sejenak. Dulu… Rita dan Nayla sering makan siang di sana. Pram berhenti sejenak ketika tiba di tempat itu. Matanya menyapu area sekitar. Namun tidak ada siapa pun di sana. Apalagi bayangan Nayla. Pram mengerutkan dahinya sedikit. “Aneh…” gumamnya pelan. Biasanya kalau Nayla tidak makan bersama karyawan lain, wanita itu akan duduk di tempat ini sendirian. Pram menunggu beberapa menit. Namun tetap saja tidak ada Nayla. Akhirnya ia menghela napas pelan. Apa dia masih di rua

