64. Orang yang Menghancurkan Harga Diri

1219 Kata

Saat jam istirahat siang tiba, Pram keluar dari ruang kerjanya. Seperti biasa, langkahnya tanpa sadar menuju ke belakang gedung perusahaan. Tempat itu tidak terlalu besar, hanya beberapa bangku dan meja sederhana di bawah pohon rindang. Namun bagi sebagian karyawan, tempat itu cukup nyaman untuk beristirahat sejenak. Dulu… Rita dan Nayla sering makan siang di sana. Pram berhenti sejenak ketika tiba di tempat itu. Matanya menyapu area sekitar. Namun tidak ada siapa pun di sana. Apalagi bayangan Nayla. Pram mengerutkan dahinya sedikit. “Aneh…” gumamnya pelan. Biasanya kalau Nayla tidak makan bersama karyawan lain, wanita itu akan duduk di tempat ini sendirian. Pram menunggu beberapa menit. Namun tetap saja tidak ada Nayla. Akhirnya ia menghela napas pelan. Apa dia masih di rua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN