Hebohnya Bumil

2508 Kata

"Nggak apa - apa nih kita tinggal lama, Abang nggak komplain kan?" tanya Dhevi sambil melirik jam tangannya, seolah baru sadar bahwa mereka sudah hampir dua jam mengobrol di kafe kecil itu. Tempat ini punya kenangan tersendiri buat mereka, kafe yang dulu sering jadi tempat nongkrong mereka kalau sedang ada di Bandung. "Abang itu bukan tipe yang ngedumel belakangan," jawab Anya sambil menyedot minumannya yang ketiga, "Tapi dia pasti langsung bertindak. Tepatnya, bakal nelpon kalau ngerasa gue udah keluyuran terlalu lama." "Kalau dia nggak telepon sekarang, berarti dia oke dong?" tanya Dhevi polos, matanya membulat seperti anak kecil yang ketahuan diam-diam makan permen. Anya tertawa pelan. "Bukan oke, Dek ... Lebih tepatnya mungkin dia belum bangun." Dhevi pun tertawa geli. Tawa khasnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN