Leah Lulus

2807 Kata

Hari itu langit Jakarta berawan, seolah turut menyerap kegugupan yang memenuhi udara kampus. Di bangku panjang dekat taman kecil yang tak jauh dari ruang sidang, Demian duduk sambil memainkan ponselnya. Namun jelas dari caranya menggulir layar tanpa benar-benar membaca apa pun, pikirannya tidak ada di sana. Sesekali ia menoleh ke arah pintu ruang sidang, menanti dengan sabar. Leah sedang di dalam, sedang menghadapi salah satu momen penting dalam hidupnya: sidang skripsi. Tapi anehnya, tidak ada ketegangan di wajah Demian. Ia percaya penuh pada Leah. Bagi Demian, kekasihnya itu bukan hanya pintar, tapi juga tangguh. Ia tahu Leah pasti mampu menjawab semua pertanyaan dengan tenang dan percaya diri. Leah sempat melarangnya datang, merasa tidak perlu ditemani karena banyak teman kampusnya ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN