Demian sebenarnya sudah membuat keputusan bulat pagi ini: menghindari Shaka dengan segala cara. Bukan karena benci, tapi karena pengalaman mengajarkan bahwa Shaka yang baru pulang honeymoon itu berbahaya, khususnya buat kestabilan emosinya. Sudah bisa ditebak, pasti akan ada pameran barang, pameran perasaan, dan ... pameran kehamilan Anya. Begitu turun dari mobil, Demian mantap memilih jalur pendakian manual ke lantai dua via tangga, berharap bisa lolos dari radar. Tapi harapannya langsung musnah saat ponselnya bergetar. Layar menampilkan nama yang sudah ia coba hindari hari ini, Shaka. "Halo," jawab Demian singkat dan terdengar formal. "Kok naik tangga, ke sini dulu dong, mampir ke lantai tiga, nggak rindu sama gue?" suara Shaka terdengar ceria, terlalu ceria untuk hari Selasa. Demian

