Perjalanan cinta Demian dan Leah akhirnya sampai di ujung jalan yang lama mereka tapaki, bukan sebagai akhir, tapi justru sebagai gerbang awal menuju kehidupan baru. Hari ini, mereka akan mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan. Sebuah komitmen yang bukan hanya sakral, tapi juga dipenuhi harapan, restu, dan cinta dari dua keluarga besar yang sebentar lagi akan ibersatu. Beberapa bulan terakhir, hari-hari menjelang pernikahan terasa begitu lambat, seolah waktu sengaja mempermainkan mereka dengan ketegangan. Memang tidak ada perdebatan soal konsep acara, atau kecemasan akan hal - hal remeh yang bisa saja luput, masalahnya hanya karena harus menunggu beberapa bulan, itu saja yang membuat Demian tidak sabaran. Tapi pagi ini, ketika Demian membuka matanya di kamar lamanya, tempat dia tum

