Sudah bisa ditebak. Sesuai dugaannya, Demian tak melihat batang hidung Shaka di kantor sepanjang Kamis dan Jumat. Bahkan sekadar pesan singkat pun nihil. Hening. Seolah menghilang dari radar. Tapi bukannya khawatir, Demian malah semakin yakin kalau Shaka sedang menikmati jetlag-nya dengan Anya atau keluarganya di rumah Kebayoran. Dan seperti biasa, otak iseng Demian mulai bekerja. Ia menyusun rencana kecil untuk mengerjai calon keponakannya itu, sebuah tradisi tak tertulis yang sudah menjadi semacam ritual dalam hubungan mereka yang penuh keusilan dan saling sindir. Hari Sabtu ini, Demian sudah punya agenda yang ia nantikan sejak awal minggu. Ia dan Leah, seperti biasa, akan menghabiskan akhir pekan bersama. Rencananya, mereka akan jalan - jalan, nonton film, mungkin mampir ke toko buku a

