Kekecewaan Leah

2519 Kata

Leah baru benar - benar terjaga saat jarum jam menunjuk ke angka setengah enam sore. Sinar matahari kemerahan menyelinap malu - malu dari celah tirai yang belum sepenuhnya ditutup, menari di dinding kamar yang masih terasa hangat oleh tidur panjangnya. Dia mengedip beberapa kali, mencoba menghalau rasa malas yang belum sepenuhnya pergi. Tapi kali ini, Leah merasa benar - benar segar. Tidak ada kantuk yang menggelayuti, tidak ada berat di kepala. Tidurnya nyenyak, seperti ditarik dari kedalaman yang menenangkan. Ia bangkit perlahan, menyandarkan punggung ke headboard, lalu menoleh ke sisi ranjang. Kosong. Demian tidak ada di sebelahnya. Kening Leah berkerut kecil, refleksnya melirik ke sofa. Televisi menyala dengan volume rendah, menampilkan tayangan dokumenter alam yang mengalun tenang. N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN