Pintu kamar terbuka pelan. Demian berdiri di ambangnya, menatap heran ke arah Leah yang sedang duduk di atas sajadah sambil menunduk, ponsel di tangan. "Loh, kamu shalat?" tanyanya, alis terangkat, tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ia baru saja pulang dari kantor, padahal baru pukul empat sore. Leah sontak mengangkat wajahnya. Wajahnya sedikit gugup, jelas tidak menyangka suaminya sudah pulang. "Eh, iya ..." jawabnya cepat, matanya masih menyiratkan keterkejutan. Ia sebenarnya sudah selesai shalat sejak beberapa menit lalu, hanya saja ia masih duduk santai di atas sajadah sambil scrolling ponsel, benar - benar tidak menyangka suaminya akan pulang cepat. Demian masuk, menutup pintu, lalu duduk di tepi ranjang. Pandangannya tak lepas dari istrinya yang kini masih duduk di lantai.

