Ulah Demian

2423 Kata

Demian melongo. Antara paham dan tidak. Antara sadar dan mimpi. Matanya terpaku pada layar monitor hitam - putih yang penuh bintik - bintik itu. Rasanya seperti lagi nonton siaran TV zaman dulu yang belum nyala antenanya. Tapi kali ini yang bikin dadanya berdebar bukan karena sinyal hilang, tapi karena ada dua bulatan kecil di sana yang katanya bakal jadi manusia kecil, anak - anaknya! Untung saja dokter Denisa, yang sudah cukup paham wajah - wajah ayah baru yang panik, langsung menjelaskan. "Ternyata bener ya, Mbak Leah, anaknya main petak umpet waktu awal periksa pake tespek. Tapi sekarang kantung kehamilannya sudah terlihat jelas, ya, ada dua nih." Dokter Denisa tersenyum sambil menunjuk ke layar. "Kembar. Tapi ini tidak identik, ya." Leah langsung menoleh pada Demian yang masih m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN