Kesabaran Demian benar - benar diuji. Bukan cuma karena stok cokelat kesayangannya di kulkas yang makin hari makin menipis tanpa ampun, tapi karena lima tespek berturut - turut yang dipakai Leah selama lima hari tetap saja menunjukkan hasil yang sama negatif. Uji kesabaran ini rasanya sudah setara dengan level final boss. " Lima, sayang," ucap Demian Jumat pagi sambil memeluk bantal dan menatap langit - langit kamar. "Itu jumlahnya udah kayak jari satu tangan. jadi tinggal nambah satu telapak tangan lagi, sekalian menengadah ke atas pasrah ke Allah." "Pasrah itu penting, usaha sama pentingnya. Mas tuh juga mesti kalem juga dong biar aku nggak stres." "Memang kamu stres? Nggak kelihatan." Pertanyaan Demian sedikit, taapi Leah justru membalas dengan tatapan setajam eyeliner waterproof-ny

