Pulang dari rumah sakit Lili kira kondisinya akan semakin membaik. Namun, rupanya tidak. Ia mengalami kehamilan yang sangat menyiksa. Setiap pagi hari selalu merasa yang namanya mual. Setiap makan selalu berakhir muntah. Hingga hanya bisa memakan oat juga roti tawar tanpa isian apapun juga. Setiap menyentuh makanan yang ada rasa pasti perutnya langsung menolak. Begitupula mencium aroma menyengat dari masakan perut Lili pasti juga akan bergejolak. "Hoek ... hoek ...." Pagi ini ketika Lili sedang mandi dan menggosok gigi kembali perutnya terasa di aduk-aduk. memang seperti itulah. Setiap lidahnya merasakan pasta gigi yang Lili gunakan untuk membersihkan kotoran di dalam mulut, perutnya tak pernah bisa diajak kompromi. Namun, tidak mungkin juga jika ia tidak menggosok giginya. Meskipun peru

