"Apa yang kau katakan itu benar, Jim?" "Apa ada raut kebohongan dari wajahku, Lui!" Jim ganti bertanya. "Cubit aku, Jim. Agar aku percaya jika semua ini bukan mimpi." "Daripada kau pinta aku mencubitmu, lebih baik aku menciummu." Jim menundukkan kepalanya. Mempertemukan bibirnya dengan bibir Lili. Tak menghiraukan keberadaan Nick juga Lui yang menonton kelakuan mereka berdua. "Apa kau masih merasakan jika ciuman ini adalah mimpi semata?" tanya Jim menyudahi lumatan bibirnya. Pipi Lili bersemu merah dengan kepala menggeleng lemah karena ia menyadari jika semua bukan mimpi. Rasa bahagia yang membuncah di hati Lili. "Jadi beneran aku tidak sedang bermimpi?" lagi-lagi Lili mempertanyakan. "Ehem!" Deheman Nick menyadarkan keduanya. Kini Nick juga Lui telah berdiri di sisi lain

