Lili menggeliatkan tubuhnya yang terasa sangat kaku. Untuk digerakkan saja susah serasa dia baru saja dipukuli orang sekampung. Lili melenguh ingin mengubah posisi tidurnya dari miring menjadi telentang. Namun, saat ia berusaha menggerakkan kakinya, bagian bawah tubuhnya juga terasa nyeri. Belum lagi terpaan AC yang langsung mengenai kulit telanjangnya membuat Lili merinding dibuatnya. Dingin. Satu kata yang ia rasa kini. Menarik selimut untuk menutupi tubuh dengan mata masih terpejam. Rupanya lengan Lili bersentuhan dengan sesuatu. Mengernyit dan ia membuka matanya. Menoleh ke samping mendapati lelaki tampan yang tidur telungkup dengan kepala menghadap padanya. Tak ada Jim yang memeluknya di pagi hari. Pantas saja dia kedinginan. Ternyata Jim tidak memberikan dia kehangatan. Semua impian

