153. S3-Merajuk

1125 Kata

Al tergelak sampai tawa nyaringnya memenuhi seisi ruang kerja milik kakaknya, Nicholas Abraham. Sementara Nick yang duduk di atas kursi kebesarannya hanya menggelengkan kepala mendengar cerita kekonyolan sang adik bungsu, Jeremy Abraham. Jari-jari besar Nick masih sibuk menekan keyboard laptopnya. Namun, pendengaran Nick masih sangat berfungsi dengan normal untuk mengetahui apa yang terjadi pada Jim. Semua cerita yang terlontar dari mulut Jim sanggup di cerna dengan sangat baik oleh Nick. Hanya saja sifat Nick yang memang irit bicara juga minim ekspresi membuatnya tak bisa meluapkan semua dengan cara gamblang. Berbeda dengan Alfonso yang justru bisa langsung tertawa mendengar kelucuan pengalaman malam pertama Jim dengan Lili. "Tertawalah sepuasmu, Al!" gerutu Jim yang merasa bodoh karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN