Siapa yang tidak bahagia jika penantian sekian lama terwujud juga. Lui masih tak menyangka jika sepupunya benar-benar hamil. Padahal tadi ia sudah sangat merasa bersalah karena berpikir sakitnya Lili karena lelah membantunya. Menoleh pada Nick dan senyum suaminya tampak mengembang. Ah, rupanya ia akan menjadi uncle untuk anaknya Jim. Begitu pikir Nick dalam hati. "Jim, selamat ya. Kau akan jadi Papa juga akhirnya." Lui berucap. "Thanks, Lui." "Jaga Lili baik-baik. Orang hamil biasanya sangat sensitif. Jadi pandai-pandailah menjaga hatinya." "Sepertimu ya, baby. Jika ngambek aku di kunci di luar kamar." Nick menyahut. Mata Lui melotot, begitu saja ia pukul lengan Nick. Suaminya itu hanya meringis tak berani memprotes. "Jim! Satu hal yang juga perlu kau tahu. Wanita hamil itu libi

