Dalam perjalanan pulang dari kantor Nick, Jim terus saja berpikir dan berpikir. Bagaimana caranya mengambil hati Lili kembali. Jujur ia tersiksa didiamkan seperti ini. Betapa bodohnya dia yang kurang peka dengan segala hal yang berkaitan dengan istrinya itu. Ia pukul stir kemudi, lantas mengusap wajahnya kasar. Ya, Jim memang harus mengesampingkan egonya untuk meminta maaf. Dia memang salah. Meski hanya salah omongan. Nyatanya hal seperti itu bisa membuat Lili marah dan mendiamkannya seperti ini. Lama-lama begini dia bisa gila. Baru juga merasakan nikmatnya surga dunia, sekarang dia harus kembali menahan diri karena Lili tak mau dia dekati. Salahkan saja dia yang tak bisa bersikap selayaknya lelaki romantis pada umumnya. Sebuah ide terlintas dalam benak Jim. Matanya meneliti jalanan seki

