Lili terus saja tersenyum bahagia karena berhasil menggoda Jim. Lelaki di sebelahnya ini tampak sebal sekali dengan sikapnya. Hal seperti inilah yang Lili suka dari seorang Jim. Tak lagi membahas apapun juga karena kini mereka sudah kembali tiba di kantor. Jika sudah di kantor Jim kembali akan menjadi atasannya yang suka memasang wajah mengintimidasi dan galak. Lili sudah hafal dengan itu semua dan ia tak pernah mengambil hati akan sikap Jim kepadanya. Masuk ke dalam ruang kerjanya, Jim mengusap wajahnya. Kesal dan senang bercampur menjadi satu. Siapa sangka jika Lili akan sebahagia itu karena mengetahui rumah yang ia beli atas nama sang isteri. Ternyata perempuan di mana pun itu sama saja. Jika di beri harta maka senangnya luar biasa. Tapi di sisi lain Jim juga merasa bangga setidaknya i

