Pagi ini Lili berangkat ke kantor seperti biasa dengan membawa mobilnya sendiri. Tak ada Jim yang bisa ia tumpangi. Lili yakin sekali jika suaminya itu semalam memang marah padanya. Sudah terbukti bagaimana Jim yang cuek dan mendiamkannya saja. Sampai juga ia di kantor, tapi saat Lili memasuki area parkiran kantor, kening perempuan itu mengernyit heran mendapati mobil Jim yang sudah terparkir dengan gagahnya di sana. Lili menatap sekilas pada arloji yang melingkari lengan kanannya. Baru jam setengah delapan pagi. Tumben sekali Jim datang lebih dulu daripada dirinya. Sebelum turun dari dalam mobil tak lupa Lili meraih kotak bekal yang dibawakan oleh mamanya. Apalagi jika bukan kotak bekal untuk menantu tercinta dari sang mama. Lili merasa senang juga karena mamanya begitu perhatian pada Ji

