Pagi pertama sebagai suami istri, Pasha terbangun lebih dulu dengan senyum di wajahnya. Cahaya matahari yang menyelinap masuk melalui celah tirai memberikan nuansa hangat di kamar mereka. Namun, bukan sinar mentari yang membuat hatinya berbunga-bunga, melainkan pemandangan istrinya yang masih terlelap di pelukannya. Pasha menatap wajah Yaya yang begitu damai dalam tidurnya. Dengan hati-hati, ia menyelipkan anak rambut yang jatuh ke wajah istrinya, lalu tanpa sadar mengecup pipi Yaya dengan lembut. "Istriku cantik sekali," gumam Pasha pelan. Yaya menggeliat sedikit, matanya masih tertutup rapat. Pasha tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang nampak begitu nyaman dalam pelukannya. Tak tahan melihat wajah menggemaskan itu, Pasha kembali mengecup pipinya, kali ini sedikit lebih lama. "H

