Ola yang mendengar bisikan Dewa langsung menoleh dengan mata membulat. Pipinya merona, tapi ia berusaha menyembunyikan keterkejutannya. "Apa, Mas Dewa? Kamu bercanda, kan?" tanya Ola dengan suara pelan, takut terdengar oleh tamu lain. Dewa hanya tersenyum santai, tapi sorot matanya serius. "Saya nggak bercanda, Ola. Saya benar-benar ingin menikah denganmu." Ola tertawa kecil, berusaha mencairkan suasana. "Mas Dewa, kita baru dekat selama sebulan. Apa nggak terlalu cepat buat ngomongin pernikahan?" Dewa menatapnya dengan lembut. "Iya, memang baru sebulan. Tapi saya tahu apa yang saya mau, dan saya mau kamu, Ola." Jantung Ola berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia menghela napas, mencoba mencari kata-kata yang tepat. "Ola ... Ola senang mendengarnya, tapi Ola juga masih ingin mengenal Ma

