Cahaya matahari pagi masuk lewat celah tirai kamar rumah sakit. Suasana hening, hanya terdengar bunyi alat monitor dan embusan napas yang teratur. Di box kecil di sudut ruangan, Lingga tidur pulas dengan pipi kemerahan yang sehat. Jauh lebih baik dibanding semalam. "Lihat betapa tenang putra mungil Ibu ini," bisik Andini dengan senyum lelah. "Syukurlah kamu sudah sehat lagi, Nak. Tolong jangan sakit dan buat Ibumu ini khawatir seperti kemarin." Dari ranjang, Hannan masih tertidur pulas. Wajah yang selalu tampak tegar itu pagi ini terlihat lebih pucat. Gerakan Hannan begitu lamban, sesekali terlihat meringis kesakitan. Dia memang jarang sekali jatuh sakit. Sekali tumbang, efeknya tak main-main. Pintu kamar diketuk. Suara hak sepatu terdengar tegas tapi ragu. Lena. Andini buru-buru bangki

