Sebuah Syarat.

1150 Kata

Andini bersandar di sandaran kepala ranjang dengan selimut hangat menutupi tubuhnya. Ruangan itu tenang, hanya sesekali terdengar suara lembut dari alat humidifier yang mengepulkan uap di sudut kamar. Jendela besar menghadap taman, cahaya pagi menelusup lembut melalui tirai tipis. Hannan sedang sibuk di ruang kerja, memberi waktu bagi ibunya untuk menemani Andini pagi ini. Lena datang dengan baki berisi semangkuk bubur hangat, segelas air putih, dan obat. "Sudah cukup baikan untuk makan, Nak?" tanya Lena lembut. Wanita paruh baya itu duduk di tepi ranjang, meletakkan baki di atas meja kecil. Andini mengangguk pelan. "Terima kasih, Bu. Maaf sudah merepotkan." Lena terkekeh, menyendokkan bubur ke dalam mangkuk yang lebih kecil. "Kamu ini, baru sakit sebentar sudah merasa merepotkan. Pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN