Merawat Calon Istri.

1072 Kata

Cahaya pagi menyelinap pelan lewat celah tirai jendela kamar, mewarnai seisi ruangan dengan nuansa keemasan yang hangat. Di atas ranjang berbalut linen putih bersih, tubuh Andini masih terbaring tenang. Sementara Hannan duduk di sisi tempat tidur, tubuh tegap itu tak bergeming semalaman. Mata tajam yang biasa penuh ketegasan kini menatap lembut wajah Andini. Andini membuka mata perlahan. Pandangannya masih buram, namun suara lembut Hannan langsung menyambut kesadarannya. "Aku di mana?" tanya Andini serak. "Rumah," jawab Hannan dengan suara yang lebih pelan, seolah takut mengusik kelemahan calon istrinya. "Kamu ingat? Kamu keracunan, Andini. Tapi kamu sudah aman sekarang." Andini mengangguk pelan. Kepalanya berat, namun dia cukup sadar untuk membaca sorot mata Hannan yang penuh tekanan—

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN