Sebuah Pesan Ancaman?

1255 Kata

Gedung pencakar langit yang menjulang milik Alfa Corp. tampak berdiri semakin megah pagi itu, seolah ingin menunjukkan siapa penguasa sesungguhnya di antara hutan beton ibukota. Di lantai tiga puluh enam, ruang rapat utama tlah diisi penuh oleh dewan direksi dan kepala divisi. Lampu-lampu LED menyorot ruangan besar bernuansa marmer dan d******i hitam–putih. Aroma kopi dan kertas memenuhi udara. Semua menanti satu nama. Suasana gaduh pelan mengisi ruangan. Beberapa saling berbisik. "Kalau beliau belum sehat, kenapa kita tidak tunda saja meeting besar ini?" "Alfa kehilangan momentum. Kita perlu keputusan segera." "Dia CEO, bukan Tuhan. Ada yang namanya delegasi." Pintu terbuka. Hannan Alfaruq melangkah masuk, mengenakan jas hitam custom—made yang membingkai tubuhnya dengan sempurna. Pr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN