Mengarang Alasan.

1088 Kata

Suasana rumah terasa tenang, lampu-lampu temaram menyala menyambut kedatangan mereka yang sudah hampir seminggu di rumah sakit. Aroma khas rumah—wangi sabun bayi, sedikit harum lavender dari diffuser di ruang tengah, serta suara pelan dari tayangan televisi yang ditonton Lena dan babysitter—menciptakan nuansa nyaman yang dirindukan. Namun tidak untuk Hannan. Langkah Andini cepat, seperti ingin segera kembali ke dunia kecilnya bersama Lingga. Sayang, sebelum dia bisa berbalik arah menuju kamar bayi, tubuhnya langsung terhalang oleh tubuh tinggi besar yang berdiri dengan tangan menyilang di depan pintu kamar mereka. "Mau ke mana?" tanya Hannan dengan nada datar, sorot matanya penuh keberatan. "Ke Lingga. Ini jadwal dia nyusu," jawab Andini cepat, separuh tergesa, separuh menghindar. Han

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN